Pages

Labels

Test Footer 2

Sabtu, 14 April 2012

Tak Cukup Hanya Bersyukur Saja


KETIKA AKU HADIR DI DUNIA INI
         

14 April 1993, di siang hari menjelang sore itu, aku hadir di dunia, tangisku memperindah cerahnya siang itu. Di rumah orangtuaku, ibuku meregang nyawa, demi mendengar tangisku.
Saat itu-begitu ibuku mengenang kelahiranku- beliau sedang mencari rumput di sawah, maklum saja selama dalam kandungan aku memang terbiasa di bawa kemana-mana, terbiasa diajak kerja keras. Selama mengandung, ibuku memang tidak seperti wanita hamil lainnya yang hanya tinggal berdiam diri di rumah, beliau masih aktif kesana-kemari. Salah satunya ke sawah untuk mencari rumput.

Siang, saat ibuku masih di sawah tiba-tiba saja beliau merasakan perutnya sakit, ia sudah mengira bahwa memang sudah saatnya ia melahirkan, dengan susah payah beliau langsung pulang menuju ke rumah dan setibanya dirumah duduk sebentar dan kemudian ibuku memanggil nenekku, memberitahukan kondisinya yang sudah mau melahirkan. Kebetulan saat itu bapak baru saja pulang kerja, dengan segera beliau pergi untuk memanggil mbah dukun-dulu memang orang yang membantu melahirkan adalah mbah dukun bukan bu bidan- Tapi belum sempat mbah dukun tiba di rumah, aku sudah begitu kuat mendorong, memaksa untuk segera keluar. Alhasil keluarlah aku, tangisku yang begitu kencang memecah ketegangan siang hari itu. Aku begitu cepat hadir ke dunia ini, tanpa disaksikan oleh bapak. Kelahiranku bisa dikatakan sangat lancar, meski sempat muncul ketegangan karena sesaat setelah aku lahir, ari-ariku tidak juga keluar. Semua panik, hingga terpaksa mereka memanggil bu Bidan untuk membantu menanganinya. Syukur Alhamdulillah-Segala puji hanya bagi Allah- semuanya baik-baik saja. Aku dan ibuku selamat.

       Seiring berjalannya waktu, aku terus tumbuh menjadi anak yang begitu berlimpah kasih sayang. Maklum saja kehadiranku sebagai anak perempuan memang sudah lama dinanti-nanti oleh kedua orangtuaku, bapak yang merupakan anak ke-4 dari 6 bersaudara yang semuanya laki-laki, sudah jelas sangat mendambakan seorang anak perempuan, nah ibu sendiri adalah juga anak ke-4 dari 6 bersaudara yang semuanya perempuan. Karena anak pertama sudah cowok yaitu kakakku, maka mereka memang berharap anak ke dua adalah perempuan. Dan doa merekapun dijawab oleh Allah, lima tahun berselang setelah kelahiran kakakku, lahirlah aku yang melengkapi kebahagiaan mereka.

          Sewaktu kecil, -begitu ibu selalu bercerita mengenang tentang aku- aku dan kakakku sangat berbeda, bahkan bertolak belakang. Kakakku sewaktu kecil sangat suka makan, tapi aku sama sekali tidak mau makan bahkan dua-tiga bulan disaat normalnya anak lain sudah mau makan, aku sama sekali belum kemasukan makanan, hanya asi saja. Sampai suatu ketika saat Bulik datang ke rumah dan berkata “masak, sudah sebesar ini belum makan sama sekali??” Lalu beliau mencoba menetesi mulutku dengan jeruk, dan seketika itu aku langsung mutah,,, ibuku berkata “tuh kan percaya gak, dia tu belum mau makan, mutah kalau dikasi maem....” hehehe... aneh.. bulikku terheran-heran denganku “masak bisa hidup yaa,, padahal sama sekali gak makan??” dan ibuku hanya tersenyum...., Lain halnya dengan kakakku, sewaktu kecil dia sangat suka makan, makanan bubur-bubur bayi itu dengan lahapnya ia habiskan. Hingga tak terhitung kardus-kardus bungkus makanan itu bertumpuk di rumah. Hmmmmm..., aq gak dikasi :-(
          
   Selain ibu bapak yang sangat menyayangiku, Kakaku pun juga sangat menyayanggiku, sepulang sekolah dia selalu mencariku,,, “mana adik bu?? Itu hal pertama yang dia tanyakan sepulang sekolah. Dan kalau ibuku menjawab “ adek baru diajak sama tentangga....sekarang ada di rumahnya”. Maka kakaku akan sangat marah, dan meminta supaya dibawa pulang dengan segera.... hehehe...kakaku ternyata sangat menyayangiku, hahaha...dia gak mau mengakuinya, padahal fakta membuktikan...hehehe, ;-)

       Sekarang, disaat tahun bergulir begitu cepatnya, hingga menyisakan kenangan yang masih jelas terekam, meski aku tidak ingat tapi aku bisa membayangkannya. Sampai tahun yang ke-19 ini, aku masih merasakan kehangatan cinta dan kasih sayang dari mereka semua.

IBU, yang sejak detik awal kehadiranku, bahkan sejak detik awal nyawaku disematkan dalam ragaku, beliaulah yang selu setia menjaga. Dengan sepenuh hati dan cintanya. Bahkan hingga sebesar ini, beliau masih memperlakukanku seperti bayi kecilnya. Yang rela berkorban demi melihat senyumku, yang rela tak makan sebelum anaknya kenyang.... dan banyak hal-hal lainnya yang tak bisa disebutkan karena terlampau banyak. You are my moon, you are my sun, you are my greatest star, you are my wonderfull. Emmm pokoknya, You are my everything mom. I will always LOVE you. Aku tak bisa tanpamu ^___________^


BAPAK, yang sangat bahagia atas kelahiranku. Beliau yang sering memanjakanku. Menuruti semua apa yang aku inginkan. Meski dalam diamnya, aku melihat betapa besar cintanya. Meski tak ada orang yang sempurna, aku banyak belajar dari beliau. Kesabaran, kejujuran dan pengorbanan itulah yang kulihat darinya. Thanks for all ^_____^


KAKAK, Mas Bro ku.... yang meskipun kita sering bertengkar layaknya tom and jerry, tapi aku tahu dalam hati, kita saling menyayangi. Itulah hal terindah menurutku, yang membuat hari-hari kita menjadi lebih berwarna, dan semakin seru untuk dilalui. Aku juga bisa sakit dan menangis kalau melihatmu disakiti orang. Jadi...teruslah menjadi kakakku yang kadang menjengkelkan, kadang asyik buat diajak shareing, kadang menyenagkan untuk diajak main bareng....dan banyak hal lagi yang masih ingin aku lalui denganmu. Sekarang mari kita berdua, berproses menjadi anak yang lebih baik lagi. Anak yang bisa membanggakan orangtua, bisa membuat mereka tersenyum puas, membuat mereka bahagia, dan membuat mereka merasakan arti adanya kita. Ya...siapa lagi kalau bukan kita, karena hanya kitalah, 2 anak harapan Ibu dan Bapak..... smangattttttt mas Bro ^___________^

Begitulah, bahagianya aku berada di tengah keluarga tercintaku saat ini. Ku rasa hanya bersyukur tak cukup menunjukkan rasa bahagiaku,,, tapi aku perlu aksi nyata untuk membuktikan semua itu. Aksi nyata yang membuat mereka tahu bahwa aku sangat...sangat bahagia mempunyai mereka, yaaa... salah satunya dengan membuat mereka ikut bahagia juga, seperti aku...^____^
Smoga Allah meringankan langkahku dan meridhoi setiap usahaku, tentunya aku ingin apa yang aku lakukan juga atas bimbingan/ petunjuk dari-Nya.....Amiin,




Syukurku, dipertambahan umurku,
dan dipengurangan masa hidupku di dunia ini,
smoga Allah senantiasa me-Ridhoiku

0 komentar:

Posting Komentar