KETIKA
AKU HADIR DI DUNIA INI
14 April 1993, di siang hari menjelang sore itu, aku hadir di dunia, tangisku memperindah cerahnya siang itu. Di rumah orangtuaku, ibuku meregang nyawa, demi mendengar tangisku.
Saat itu-begitu ibuku mengenang kelahiranku- beliau sedang mencari rumput di sawah, maklum saja selama dalam kandungan aku memang terbiasa di bawa kemana-mana, terbiasa diajak kerja keras. Selama mengandung, ibuku memang tidak seperti wanita hamil lainnya yang hanya tinggal berdiam diri di rumah, beliau masih aktif kesana-kemari. Salah satunya ke sawah untuk mencari rumput.
Seiring
berjalannya waktu, aku terus tumbuh menjadi anak yang begitu berlimpah kasih
sayang. Maklum saja kehadiranku sebagai anak perempuan memang sudah lama
dinanti-nanti oleh kedua orangtuaku, bapak yang merupakan anak ke-4 dari 6
bersaudara yang semuanya laki-laki, sudah jelas sangat mendambakan seorang anak
perempuan, nah ibu sendiri adalah juga anak ke-4 dari 6 bersaudara yang
semuanya perempuan. Karena anak pertama sudah cowok yaitu kakakku, maka mereka
memang berharap anak ke dua adalah perempuan. Dan doa merekapun dijawab oleh
Allah, lima tahun berselang setelah kelahiran kakakku, lahirlah aku yang melengkapi
kebahagiaan mereka.
Sewaktu
kecil, -begitu ibu selalu bercerita
mengenang tentang aku- aku dan kakakku sangat berbeda, bahkan bertolak
belakang. Kakakku sewaktu kecil sangat suka makan, tapi aku sama sekali tidak
mau makan bahkan dua-tiga bulan disaat normalnya anak lain sudah mau makan, aku
sama sekali belum kemasukan makanan, hanya asi saja. Sampai suatu ketika saat
Bulik datang ke rumah dan berkata “masak, sudah sebesar ini belum makan sama
sekali??” Lalu beliau mencoba menetesi mulutku dengan jeruk, dan seketika itu
aku langsung mutah,,, ibuku berkata “tuh kan percaya gak, dia tu belum mau
makan, mutah kalau dikasi maem....” hehehe... aneh.. bulikku terheran-heran
denganku “masak bisa hidup yaa,, padahal sama sekali gak makan??” dan ibuku
hanya tersenyum...., Lain halnya dengan kakakku, sewaktu kecil dia sangat suka
makan, makanan bubur-bubur bayi itu dengan lahapnya ia habiskan. Hingga tak
terhitung kardus-kardus bungkus makanan itu bertumpuk di rumah. Hmmmmm..., aq
gak dikasi :-(
Selain
ibu bapak yang sangat menyayangiku, Kakaku pun juga sangat menyayanggiku,
sepulang sekolah dia selalu mencariku,,, “mana adik bu?? Itu hal pertama yang
dia tanyakan sepulang sekolah. Dan kalau ibuku menjawab “ adek baru diajak sama
tentangga....sekarang ada di rumahnya”. Maka kakaku akan sangat marah, dan
meminta supaya dibawa pulang dengan segera.... hehehe...kakaku ternyata sangat
menyayangiku, hahaha...dia gak mau mengakuinya, padahal fakta
membuktikan...hehehe, ;-)
Sekarang, disaat tahun bergulir begitu
cepatnya, hingga menyisakan kenangan yang masih jelas terekam, meski aku tidak
ingat tapi aku bisa membayangkannya. Sampai tahun yang ke-19 ini, aku masih
merasakan kehangatan cinta dan kasih sayang dari mereka semua.
IBU, yang sejak detik awal kehadiranku,
bahkan sejak detik awal nyawaku disematkan dalam ragaku, beliaulah yang selu
setia menjaga. Dengan sepenuh hati dan cintanya. Bahkan hingga sebesar ini,
beliau masih memperlakukanku seperti bayi kecilnya. Yang rela berkorban demi
melihat senyumku, yang rela tak makan sebelum anaknya kenyang.... dan banyak
hal-hal lainnya yang tak bisa disebutkan karena terlampau banyak. You are my
moon, you are my sun, you are my greatest star, you are my wonderfull. Emmm pokoknya,
You are my everything mom. I will always LOVE you. Aku tak bisa tanpamu
^___________^
BAPAK, yang sangat bahagia atas kelahiranku.
Beliau yang sering memanjakanku. Menuruti semua apa yang aku inginkan. Meski
dalam diamnya, aku melihat betapa besar cintanya. Meski tak ada orang yang
sempurna, aku banyak belajar dari beliau. Kesabaran, kejujuran dan pengorbanan
itulah yang kulihat darinya. Thanks for all ^_____^
KAKAK, Mas Bro ku.... yang meskipun kita
sering bertengkar layaknya tom and jerry, tapi aku tahu dalam hati, kita saling
menyayangi. Itulah hal terindah menurutku, yang membuat hari-hari kita menjadi
lebih berwarna, dan semakin seru untuk dilalui. Aku juga bisa sakit dan
menangis kalau melihatmu disakiti orang. Jadi...teruslah menjadi kakakku yang
kadang menjengkelkan, kadang asyik buat diajak shareing, kadang menyenagkan
untuk diajak main bareng....dan banyak hal lagi yang masih ingin aku lalui
denganmu. Sekarang mari kita berdua, berproses menjadi anak yang lebih baik
lagi. Anak yang bisa membanggakan orangtua, bisa membuat mereka tersenyum puas,
membuat mereka bahagia, dan membuat mereka merasakan arti adanya kita. Ya...siapa
lagi kalau bukan kita, karena hanya kitalah, 2 anak harapan Ibu dan Bapak.....
smangattttttt mas Bro ^___________^
Smoga Allah meringankan langkahku dan
meridhoi setiap usahaku, tentunya aku ingin apa yang aku lakukan juga atas
bimbingan/ petunjuk dari-Nya.....Amiin,
Syukurku, dipertambahan umurku,
dan dipengurangan masa hidupku di dunia ini,
smoga Allah senantiasa me-Ridhoiku

0 komentar:
Posting Komentar